APAR adalah alat pemadam yang ringan dan bisa dioperasikan satu orang untuk memadamkan api pada awal kebakaran. Kenali jenis dan bagian-bagiannya agar tidak salah pilih saat keadaan darurat.
Daftar Isi (2 bagian)
Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. PER.04/MEN/1980, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah alat yang ringan serta mudah dilayani oleh satu orang untuk memadamkan api pada mula kebakaran.
Menurut SNI 03-3987-1995, APAR adalah alat pemadam yang ringan, mudah dibawa atau dipindahkan, dilayani oleh satu orang, dan hanya digunakan untuk memadamkan api pada awal kebakaran saat api belum terlalu besar.
Kesimpulannya, APAR adalah alat yang efektif untuk memadamkan api pada mula kebakaran sebelum api membesar, dan dapat dioperasikan oleh satu orang (Setiawan et al., 2019).
Faktor yang menentukan keefektifan APAR
- 1 Pemilihan jenis APAR yang sesuai dengan klasifikasi kebakaran.
- 2 Pengetahuan yang tepat tentang teknik penggunaan APAR.
- 3 Ketersediaan jumlah bahan pemadam yang memadai di dalam APAR.
- 4 Fungsi APAR yang baik, yang berkaitan dengan pemeliharaannya.
Penting
APAR hanya efektif untuk kebakaran kecil atau fase awal kebakaran. Jika api sudah membesar, segera evakuasi dan hubungi pemadam kebakaran.
1 Jenis-Jenis APAR
Setiap jenis APAR memiliki media pemadam dan kelas kebakaran yang berbeda. Berikut empat jenis yang paling umum.
APAR Air (Water)
- Isi — Air biasa bertekanan tinggi, dengan jarak semprotan 20–25 inci selama 60–120 detik.
- Cocok untuk — Kebakaran kelas A, yaitu bahan padat non-logam seperti kertas, kain, dan kayu.
- Keunggulan — Air mampu menembus benda padat dan menghentikan pengapian dengan cepat.
APAR Serbuk Kimia (Dry Chemical Powder)
- Isi — Serbuk kimia kering, biasanya kombinasi mono-amonium dan amonium sulfat.
- Cocok untuk — Kelas A (kayu, kertas, kain, karet, plastik), kelas B (bensin, gas, oli, cat, solvent, metanol, propana), dan kelas C (komputer, panel listrik, genset, gardu listrik).
- Keunggulan — Sangat serbaguna, cocok untuk area dengan banyak cairan mudah terbakar dan juga efektif untuk kebakaran kendaraan.
APAR Karbon Dioksida (CO2)
- Cocok untuk — Kebakaran kelas B dan C (cairan dan listrik), sehingga sering dipakai untuk melindungi peralatan listrik.
- Cara kerja — CO2 disimpan dalam bentuk cair dan saat disemprotkan mengembang menjadi gas hingga sekitar 450 kali volume di dalam tabung. Efektif pada jarak semprot 1–3 meter.
- Keunggulan — Non-konduktif, anti-statis, bersih, dan tidak merusak peralatan maupun bahan yang halus. Ideal untuk kantor modern dengan banyak perangkat elektronik.
APAR Busa (Foam / AFFF)
- Isi — Bahan kimia berbentuk busa (Aqueous Film Forming Foam) yang membentuk lapisan pelindung di atas permukaan bahan yang terbakar.
- Cocok untuk — Kebakaran kelas A dan B, terutama bensin dan cairan yang mudah menguap.
- Keunggulan — Membentuk "segel" di permukaan sehingga mengurangi risiko api menyala kembali. Ideal untuk penggunaan multi-risiko.
Catatan
Rating api menunjukkan ukuran api maksimum yang bisa dipadamkan. Contohnya rating 13A berarti mampu memadamkan tumpukan kayu sepanjang 1,3 meter (angka rating = sepuluh kali panjang dalam meter).
2 Bagian-Bagian APAR
APAR terdiri dari beberapa bagian utama yang bekerja bersama untuk memadamkan api.
Bagian-bagian APAR
- Kunci Pengaman (Safety Pin)
- Tuas (Operating Lever)
- Selang (Hose Connector)
- Pipa (Syphon Tube Assembly)
- Corong Selang (Spray Nozzle)
- Tempat Corong (Nozzle Holder)
- Tatakan Dasar (Plastic Boat)
- Drat Penyambung Tuas (Schrader Valve)
- Katup Keluarnya Media Pemadam (Release Valve)
- Indikator Tekanan (Pressure Gauge)
- Label
- Tabung (Cylinder)
Kesimpulan
Memilih jenis APAR yang sesuai kelas kebakaran dan memahami bagian-bagiannya membuat penanganan api awal lebih cepat dan aman. Pastikan tim Anda terlatih menggunakan APAR melalui pelatihan K3 bersama PT CSMS.
Butuh Pelatihan, Sertifikasi, atau Pendampingan K3?
Tim PT CSMS siap membantu jadwal pelatihan, sertifikasi, dan konsultasi perusahaan Anda.